Rabu, 04 Maret 2009

Limbah Berdasarkan Karakteristiknya:

• Garbage
Adalah limbah yang berupa sisa pengelolaan ataupun sisa makanan yang mudah membusuk. Misalnya kotoran dari dapur rumah tangga, restoran, hotel dan lain sebagainya.
• Rubbish
Adalah bahan atau sisa pengolahan yang tidak mudah membusuk, yang dibedakan atas : sampah yang mudah terbakar (kayu,kertas) dan sampah yang tidak mudah terbakar (kaleng,kaca).
• Ashes
Adalah segala jenis abu, misalnya terjadi sebagai hasil pembakaran kayu, batu bara di rumah-rumah maupun industri.
• Dead Animal
Adalah segala jenis bangkai terutama yang besar seperti kuda, sapi, kucing, tikus. Bangkai kecil seperti cicak, lipas tidak termasuk didalamnya.
• Industrial Waste
Adalah benda-benda padat sisa yang merupakan sampah hasil industri. Misalnya kaleng dan potongan-potongan sisa kaleng yang tidak dapat dipergunakan.
• Street Sweeping
Adalah segala jenis sampah atau kotoran yang berserakan di jalan karena dibuang oleh pengendara mobil ataupun masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
(Azwar, 1986 : 55)

Permasalahan Limbah

Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan :
• Tempat berkembang dan sarang serangga dan tikus.
• Menjadi sumber pencemaran tanah, air dan udara.
• Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman penyebab penyakit.

2. Daur Ulang Limbah

Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai. Daur ulang selain berfungsi untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Daur ulang bermanfaat memenuhi kebutuhan akan bahan baku suatu produk. Dan dari segi penggunaan bahan bakar adanya daur ulang dapat menghemat energi yang harus dikeluarkan suatu pabrik.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk daur ulang :
1. Pemisahan
Memisahkan barang-barang / material yang dapat didaur ulang dengan sampah yang harus dibuang ke pembuangan sampah. Pastikan material tersebut kosong dan akan lebih baik jika dalam keadaan bersih.

2. Penyimpanan
Menyimpan barang / material kering yang sudah dipisahkan tadi ke dalam boks / kotak tertutup tergantung jenis barangnya, misalnya boks untuk kertas bekas, botol bekas, dll. Jika akan membuat kompos, tumpuk sampah rumah tangga pada lokasi pembuatan kompos.

3. Pengiriman / Penjualan Barang
Mengirim/menjual barang yang terkumpul dijual ke pabrik yang membutuhkan material bekas tersebut sebagai bahan baku dijual ke pemulung.

Berdasarkan permasalahan limbah, maka pengelolaan limbah melalui program daur ulang menjadi pilihan program pengelolaan sampah yang melibatkan peran serta masyarakat dengan mengacu pada konsep pengolahan sampah modern, yaitu :

a. Reuse : Memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali, menghindari pemakaian barang yang hanya bisa sekali dipakai. Misalnya, kaleng bekas susu dipakai kembali untuk tempat susu dengan pembelian refill; botol tempat kecap dibersihkan (disterilkan) terlebih dahulu sehingga dapat dipergunakan lagi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pemanfaatan sampah di TPA dengan cara reuse sebesar 642,6%.

b. Recycle : Barang-barang yang sudah tidak terpakai, di daur ulang atau dijadikan barang baru yang lebih berguna. Misalnya :
. kotoran ternak digunakan untuk pupuk tanaman
. plastik didaur ulang menjadi tali, botol dan kantong plastik.
• botol bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dan lain-lain baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal dicuci dan disterilkan untuk digunakan lagi.
• kertas terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak didaur ulang menjadi buku, dus dan stopmap.
• aluminium untuk membuat alat-alat rumah tangga.
• besi didaur ulang menjadi bahan-bahan dari besi yang baru, setengah jadi dan jadi.
. tulang untuk campuran membuat piring dan mangkok.
. sampah organik diolah menjadi kompos, briket, dll
. kotoran ternak sapi dapat diolah menjadi biogas

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pemanfaatan sampah di TPA dengan cara recycle sebesar 48,19%.

c. Reduce : Melakukan minimalisasi barang yang dipergunakan. Pasalnya, semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Misalnya, menghindari penggunaan kantong plastik untuk belanjaan; memakai kertas bolak-balik.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pemanfaatan sampah di TPA dengan cara reduce sebesar 96,39%.
(http://www.walhi.or.id/kampanye/cemar/sampah/peng_sampah_info/)

Permasalahan yang umumnya terjadi pada pengelolaan sampah kota di TPA, khususnya di kota-kota besar adalah adanya keterbatasan lahan, polusi, masalah sosial dan lain-lain. Oleh karena itu, pengolahan sampah di TPA harus memenuhi prasyarat sebagai berikut :
1. Memanfaatkan lahan TPA yang terbatas dengan efektif.
2. Memilih teknologi yang mudah, murah dan aman terhadap lingkungan.
3. Memilih teknologi yang memberikan produk yang bisa dijual dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
4. Produk harus dapat terjual habis.

Untuk memenuhi kriteria tersebut, teknologi yang layak untuk diterapkan adalah kombinasi dari beberapa teknologi (integrated) serta kegiatan penunjang lainnya yaitu sebagai berikut :
1. Teknologi landfill untuk produksi kompos dan gas metan.
2. Teknologi anaerobik komposting Dranco untuk produksi gas metan dan kompos.
3. Incinerator untuk membakar bahan anorganik yang tidak bermanfaat serta pengeringan kompos.
4. Unit produksi tenaga listrik dari gas metan.
5. Unit drainase dan pengolah air limbah.
6. Unit pemasaran (kompos, listrik, limbah laku jual). (Prof.Dr.Ir.H.R.Sudradjat,M.Sc.,2006 : 64-65)

Penerapan 3 R (reuse, recycle dan reduce) dapat dijadikan alternatif pengelolaan sampah yang mudah dilakukan oleh masyarakat sehingga program itu bukan saja akan memberikan keuntungan secara ekonomis akan tetapi dapat memberikan keuntungan secara ekologis dan dapat memecahkan problem sampah dengan skala luas. Manfaat pengelolaan sampah diantaranya yaitu :
1. Menghemat sumber daya alam
2. Menghemat energi
3. Mengurangi uang belanja
4. Menghemat lahan TPA
5. Lingkungan steril (bersih, sehat dan nyaman)

C. Membuat Produk Daur Ulang Limbah

1. Membuat briket sampah

2. Membuat Lukisan Sampah Dari Plastik Bekas
3. Membuat Tas Dari Plastik Beras

1. Membuat Tas Dari Plastik Beras



gb. Tas Dari Bahan Plastik

Bahannya dari plastik beras 5kg. Plastik beras ini tebal dan kuat sehingga cocok untuk dijadikan tas. Tas dari plastik beras ini cukup bagus untuk diajak jalan-jalan dan membawa barang belanjaan. Jika kita membeli beras 5kg-an, biasanya sudah dipak dalam kantong plastik yang tebal dan besar. Plastik kemasan beras ini ada yang polos transparan, ada juga yang bergambar dengan warna-warna cantik. Selain itu sampah-sampah anorganik lainnya seperti bungkus kopi instant, detergen, sunlight dan lain-lain juga bisa disulap menjadi tas-tas unik dan menarik.

Bahan yang disiapkan :
1. Plastik beras ukuran 5kg atau plastik sunlight
2. Kertas karton bekas
3. Tali tas yang agak tebal

Alat yang perlu dipersiapkan :
1. Stapler
2. Alat pembolong kertas

Cara Membuat :
1. Plastik beras/plastik sunlight dicuci bersih dan dikeringkan.
2. Yang ini optional. Plastik beras/plastik sunlight dibalik untuk menyembunyikan sambungan dan sudut-sudut yang runcing. Tapi kalau tidak mau dibalik juga tidak apa-apa.
3. Tekuk plastik ke dalam kira-kira 5cm-an.
4. Siapkan dua lembar kertas karton bekas yang agak tebal. Ukur sesuai dengan lebar plastik. Masukkan kertas karton ini ke dalam lipatan plastik diatas. Kuatkan dengan stapler.
5. Buat lubang tali tas menggunakan alat pembolong kertas. Buat dua lubang pada masing-masing sisi.
6. Ukur panjang tali tas sesuai dengan kebutuhan. Masukkan ujung-ujung tali pada lubang dan simpulkan hingga tali tidak dapat keluar lagi.
7. Tas dari plastik beras siap untuk dibawa belanja, jalan-jalan, arisan, atau untuk anak bisa untuk membawa buku les.

(http://myblog-christine-christine.blogspot.com/Tas_Sepatu_dari_Plastik_Beras)

KTSP

Standar Kompetensi :
Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

Kompetensi Dasar :
1. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah perusakan/ pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan
2. Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah
3. Membuat produk daur ulang limbah

Materi :
1. Kegiatan manusia dan masalah lingkungan meliputi:
a. Perusakan lingkungan
b. Pencemaran lingkungan
c. Pelestarian lingkungan

2. Limbah dan daur ulang meliputi :
a. Jenis-jenis limbah

3. Mendesain produk

4. Memilih alat dan bahan

5. Membuat produk

Tugas

Lakukan pendataan limbah yang ada di rumahmu atau di lingkungan sekolahmu untuk mengetahui :
1. Macam limbah
2. Kategori limbah (anorganik dan organik)
3. Pemanfaatannya kembali
4. Proses (didaur kembali atau tidak)
5. Produk Yang dihasilkan.